Saya & Universitas Muhammadiyah Bandung
Pada tahun 2019, adalah masa dimana saya lulus dari bangku SMA. Oh ya ini adalah tulisan pertama, perkenalkan nama saya Imam Afandi, seorang mahasiswa semeseter di salah satu perguruan tinggi di Bandung yang kisahnya akan saya ceritakan saat ini. Sampai dimana tadi... Oh ya, tahun 2019 saya lulus dari bangku SMA, saya bersekolah di sekolah negeri dekat rumah, yaitu SMAN Negeri Cimanggung. Menempuh pendidikan di SMA selama tiga tahun rasanya sangat sebentar, memang benar kata orang-orang bahwa masa SMA adalah masa yang menyenangkan, sehingga waktu tak terasa terlewati begitu saja. Bertemu teman, kenalah, jatuh cinta patah hati, dan banyak hal lainnya terjadi selama tiga tahun, hingga pada akhirnya kita semua dipisahkan oleh kelulusan. Ya begitulah waktu, tapi disini saya bukan akan menceritakan pengalaman saya di SMA, saya akan menceritakan pengalaman dan kisah saya setelah SMA, yaitu saaat saya memasuki perguruan tinggi.
Usai Sudah masa SMA, masa peralihan menuju dewasa, menuju kehidupan yang lebih serius. Saya memutuskan untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi. Memilih dan menentukan perguruan tinggi bukan yang mudah ternyata ya.... ditambah banyaknya tes untuk memasuki perguruan tinggi sehingga menjadikannya lebih sulit. Saya ingat pada saat itu saya kebingungan setelah lulus SMA, mau kuliah dimana karena saya sendiri saat itu belum ada gambaran atau pikiran untuk kuliah, berbeda dengan teman-teman saya, ada yang ingin berkuliah di Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Islam Negeri, Universitas Padjadjaran, sedangkan saya pada saat itu masih bingung mau kuliah dimana, bahkan tidak terpikirkan mau kuliah di jurusan apa, benar-benar kosong. Akhirnya saya mencoba ikut ujian SBMPTN, dan akhirnya saya gagal..... Hahahaha wajar, tanpa da persiapan yang matang, pastinya gagal. Lalu saya mencoba ikut ujian mandiri di Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung, Alhamdulillah saya lulus, saya memilih jurusan Sejarah Peradaban Islam, namun karena beberapa hal saya tidak mengambil kesempatan untuk kuliah di UIN. Kecewa, sedih tentunya ada perasaan itu, namun ya sudahlah mau bagaimana lagi.
Sempat bingung setelah itu mau kemana, akhirnya saya mendapat informasi bahwa ada Universitas baru, yaitu Universitas Muhammadiyah Bandung. Akhirnya saya mencari tahu informasi tentang UMB, lalu saya mencoba daftar disana.Alhamdulillah setelah proses pendaftaran online, pembayaran dan registrasi selesai saya mencoba untuk datang langsung ke UMB, sambil mencari tahu sambil memberikan beberapa berkas juga. Begitu saya datang saya terkejut melihat Universitas ini, bukan terkejut akan bangunannya yang tinggi sampai 14 lantai, namun terkejut karena ternyata bangian luarnya masih banyak proyek berjalan dan berantakan hehe. Saya kebingungan sesampainya disana karena tidak tahu harus menyerahkan formulr dimana, diberikan ke siapa, di bangunan yang mana, terlebih saat itu saya telat daftar, dimana sudah memasuki penghujung pendaftaran dan saya baru daftar dan saya tidak mengikuti masa orientasi atau biasa disebut PESONAMU di UMB pada saat itu, karena orientasi ternyata sudah dimulai dan sudah hampir selesai, alhasil saya mengikuti orientasi di tahun berikutnya.
Mengenai jurusan, saya memilih jurusan Ilmu Komunikasi, entah apa yang terbenak dipikiranku saat itu, dan mengapa memilih ilmu komunikasi, entahlah. Padalah kalau di pikir-pikir saya adalah orang yang jarang berkomunikasi dan cenderung pendiam, mungkin itu menjadi salah satu alasan mengapa memilih ilmu komunikasi.
Beberapa orang sering menganggap bahwa mereka salah jurusan dan lain-lain, namun bagi saya, apapun dan dimanapun saya berada itu sudah yang terbaik yang di takdirkan-Nya. Saya dipertemukan dengan banyak orang hebat, dengan teman-teman baik, bagi saya tempat saya sekarang bisa saja menjadi tempat saya menemukan karir saya, atau mungkin saja dipertemukan dengan jodoh hehe, ya rencana-Nya siapa yang tahukan. Saya juga bersyukur dapat mengikuti perkembangan kampus baru sejak awal berdirinya sampai saat ini, bagi saya itu hikmah tersendiri.
masyaAllah, semoga UMB sudah menjadi rencana-Nya yang terbaik untuk imam
BalasHapus