Mahasiswa Tidak Berguna!!!
Ini mungkin opini semata entah bakal banyak yang setuju atau banyak yang menyangkal. Tapi ini pandangan saya mengenai mahasiswa saat ini.
Mahasiswa itu harus menjadi "Agent of Change" atau agen perubahan, maka dari itu mahsiswa dengan pemikiranya dengan pola pikir yang terbuka sering mengkritik kebijakan pemerintah yang memang sekirannya memberikan dampak negatif pada masyarakat atau negara. Karena mereka masih muda mereka mempunyai pemikiran yang luas, mereka turun ke jalan untuk mengkritisi pemerintah. Hal yang baik memang mengkritisi pemerintah, meluruskan kembali pemerintah, namun apakah hal itu selamanya menjadi hal yang baik?
Belakangan ini saya terpikirkan satu hal, bahwa mereka yang sekarang ada dipemerintahan adalah mereka yang dulu mengkritisi pemerintah, mereka yang berjuang demi rakyat, mereka yang turun aksi kejalan, namun setelah mereka mendapatkan jabatan, diberi kekuasaan, diberi uang, seolah semuanya berbanding terbalik, sekarang mereka balik menyerang masyarakat, balik menyengsarakan masyarakat, lalu setelah itu pemerintah di kritisi lagi oleh mahasiswa, siklus ang sama terulang kembali, korupsi, kolusi, nepotisme terjadi lagi, mahasiswa turun lagi. Namun dibalik itu saya bertanya, "Apakah kelak mereka yang sekarang mengkritisi pemerintah ketika diberikan kekuasaan nanti akan sama? Apakah mereka yang turun kejalan sekarang akan memberikan solusi terbaik ketika mereka menjadi pemimpin?"
Pertanyaan itu terus muncul dibenak saya, karena ketika tahun 98, banyak mahasiswa turun kejalan banyak mahasiswa demo, tapi saat ini mereka yang diberikan jabatan seolah lupa apa yang mereka perjuangkan dulu. Karena ketika saya menjalani KKN saya melihat ternyata mereka itu pemalas, sulit bangun pagi, tidak ada energi, mereka bingung mau ngapain, diberikan tugas tidak dijalankan, sehingga saya merasa tidak yakin mahasiswa saat ini bisa menjadi agen perubahan yang nyata. Mereka saja tidak dapat terjun ke masyarakat dengan baik, tidak bisa berkomunikasi langsung dengan baik, namun seolah mereka daat berargumen dengan b aik, mengkritisi ini itu, mereka pandai berpolitikk, namun saat ditempatkan dimasyarakat mereka bingung, mereka hanya bisa tidur. Maka jangan heran kalau nantinya pemimpin kita masih begitu-begitu saja tidak ada perubahan.
Mungkin karena saya terlahir dari keluarga yang menuntut dengan nilai-nilai keagamaan, sehingga kadang saya menyambungkan hal ini dengan keagamaan. Dari sekian banyak mahasiswa yang turun ke jalan, "Berapa banyak mahasiswa yang ingat akan Tuhannya?" "Berapa banyak mahasiswa yang meninggalkan sholat?" "Dari ribuan mahasiswa yang datang, berapa presentase mereka yang ingat untuk sholat?" Kalian memang tidak takut dengan pemerintah, tapi kalian juga tidak takut dengan Tuhan, bagi saya ketika muslim itu masih ingat sholat, masih melakukan sholat lima waktu maka tidak ada yang perlu dikhawatirkan, semoga dengan sholatnya itu dapat menuntun ia kearah yang lebih baik. Yang saya takutkan saat ini adalah banyaknya pemuda yang sudah berani meninggalkan sholat, menyepelekan sholat, saya takut akhirnya mereka kritis, mereka pandai berargumen namun mereka lupa tuhannya, saya takut setan akan menjerumuskan dia saat dia memimpin. Tangan yang dipakai untuk sholat tidak akan pernah dipakai untuk maksiat, jika seseorang itu masih bermaksiat maka ada yang salah dengan sholatnya.Sudah sangat tidak relevan untuk demo saat ini jika dalam diri mahasiswa itu sendiri belum bisa di perbaiki, maka akan terlahir kembali pemerintahan yang denial. Siklus itu akan terus berulang kali mau berapa dekade pun berganti selama mereka tidak memperbaiki sifat arogan dan denial mereka, maka tidak akan pernah ada yang berubah.
Ketika ada seseorang yang berkata “Aku lebih senang pemuda yang merokok dan minum kopi sambil diskusi tentang bangsa ini, daripada pemuda kutu buku yang memikirkan diri sendiri” Itu Bullshit atau omong kosong, pemuda sekarang lebih banyak nongkrong gak jelas yang tidak menghasilkan apa-apa, lebh baik ketika kamu menjadi mahasiswa kamu menyiapkan semuanya untuk masa depan jika kamu benar-benar inign merubah bangsa. Michael Jackson pernah bilang, "If you Wanna make the world a better place, take a look at yourself and make a change" kalau kamu ingin merubah dunia, ngaca!!!! kira-kira dengan kapasitas mu saat ini bisa merubah dunia atau tidak? dengan pemikiran saja tidak cukup, dunia pemerintahan berbeda dengan dunia kampus, kamu harus bisa mengatyr satu negara dengan pemikiran yang berbeda-beda, kadang hal baik menurut pemerintah menjadi hal buruk menurut rakyat atau mahasiswa, sebaliknya kadang hal baik menurut mahasiswa bisa menjadi hal buruk. Mereka yang memprotes saat ini belum tentu memiliki solusi terbaik ketika mereka diberikan tahta berkuasa. Iyah demo turun ke jalan itu bagus untuk mengkritisi pemerintah, tapi disisi lain kita juga harus berkaca pada diri kita sendiri, sudah siapkah kita untuk memimpin? Mempersiapkan diri menjadi pemimpin itu bukan saat menjabat tapi sedari kecil. Ssama halnya merawat atau mendidik anak bukan saat anak itu lahir kita baru belajar atau kita tidak tahu apa-apa mengenai cara meraawat dan mendidik anak, sebaliknya, merawat dan mendidik anak itu dimulai sedari kecil, atau sedari remajalah minimal.
Untuk saat ini demo tidak memecahkan masalah, pemerintah kita terlalu sulit, ketika si keras kepala (Mahasiswa) melawan si keras kepala (Pemerintah) maka tidak akan ada hasil yang baik, akan ada bentrokan yang tidak ada ujungnya, ketika bbm naik apakah saat ini ketika banyaknya demo dimana-mana otomatis menjadi turun? engga!! Pemerintah kita sudah sulit untuk menerima kritikan. Lebih baik persiapkan diri dengan ilmu yang mumpuni, ilmu memimpin, ilmu politik, perkaya dengan sejarah, banyak belajar dari masa lalu, lalu perbaiki masa depan.
Saya menerima komentar dan kritikan yang masuk tentang tulisan ini.

Komentar
Posting Komentar