Soal Jodoh


 

Masih membahas Quarter life crisis, tapi kita fokuskan ke perihal "JODOH" atau pasangan. Hal yang selalu menarik jika di bahas memang. Entahlah bagaimana perempuan menghadapi soal jodoh di quarter life crisis, tapi rasanya kalau laki-laki paling khawatir soal jodoh. Karena laki-laki yang kana jadi "Imam" bagi perempuan, maka laki-laki wajar tentunya mempunyai kekhawatiran yang lebih sepertinya. Karena mencari tulang rusuk sama susahnya dengan mencari rupiah 

Perihal Jodoh, "Jodoh di Tangan Tuhan" ungkapan yang biasa kita dengar, dan memang kenyataanya, perihal jodoh rezeki dan maut memang sudah diatur, ada bagian, ada masanya tersendiri. Namun ada yang harus di usahakan dan ada yang mengalir begitu saja. Salah satunya jodoh, menurut saya jodoh itu harus di usahakan, mengapa? karena jodoh adalah cerminan diri kita, apabila kita baik maka kita akan mendapatkan pasangan yang baik pula, pun sebaliknya apabila kita buruk maka kita akan mendapatkan pasangan yang buruk juga. "Lohh tapi kenapa ada yang perempuan baik dapet laki-laki yang buruk?" dan sebaliknya. Ada kalanya jodoh itu sebagai hidayah dan adakalanya jodoh itu sebagai cobaan. Ketika jodoh menjadi hidayah sisi buruk pasangan kita akan berubah dan mulai memperbaiki diri, dan akhirnya mereka sama-sama baik. Adapula jodoh yang buruk dan akhirnya pasangannya menjadi buruk pula, ini yang harus di hindari. Jadi jodoh itu salah satu takdir yang harus di usahakan, dengan ikhtiar, berdoa dan memperbaiki diri. 

Kembali ke pembahasan awal mengenai kekhawatiran soal mencari tulang rusuk, laki-laki mempunyai kekhawatiran besar soal ini, mengapa? Ada beberapa tahap kekhawatiran sepertinya ; 

1). Mencari : sepertinya ini yang jadi problematika di awal, mencari tulang rusuk tuh agak ribetnya, kadang laki-laki banyak insecure nya disini, soal harta & pekerjaan terutama, ini jadi problematika wkwkwkw. 

 2). Setelah berhasil mencari gebetan, kira-kira gebetannya mau gak sama kita wkwkwk, mau menyatakan atau cuman "Mengagumimu dari jauh" seperti judul lagu Tulus. 

3). Setelah ada sinyal dia mau ya masuk fase yang lebih serius, bukan pacaran bukan sekedar nge-date, tapi langsung ketemu si orang tua gebetan. 4) kalau sudah berani ketemu camer, saaatnya bilang "Pak saya mau nyulik anak bapak, boleh gak?" itu cara kasarnya, yang belum selesai bicara sudah diusir dari rumah. Cara romantisnya bilang 

Fulan : "Pak, saya datang kesini dengan membawa niat baik"

Camer : "Niat Apa tuh dek?" 

Fulan : "Saya ingin menyempurnakan agama saya pak, saya pengen menikah". 

Camer : "Wah bagus tuh dek"

Fulan : "Saya ingin menikahi anak bapak"

Camar : "Nah itu yang gak bagus"

Nah di fase ini fase penentuan apakah camer nerima atau nolak, ini biasanya yang paling menguji nyali, kendati saya masih di tahap pertama dan belum tahap ini rasanya membayangkannya saja sudah merinding. Kalau diterima Alhamdulillah, kalau di tolak pepet terus di doa wkwkwkw. Maksa banget kalau udah nolak. 

5). Fase setelahnya adalah fase setelah menikah, dimana laki-laki juga menjadi khawatir di fase ini, khawatir soal mahar, permintaan calon mertua, belum lagi menyiapkan semuanya termasuk persiapan materil. Sebernya nikah gak perlu modal banyak, cuman ya biasanya jadi obrolan tetangga kan kalau nikahannya  biasa aja gak ada hajatan, arrghhh bodo amatlah dengan tetangga, yang penting duitnya bisa kepake buat keperluan yang lain daripada nikahan yang megah tapi gak ada sisa tabungan. 

6). Fase terakhir yang jadi kekhawatiran laki-laki, setelah menikah harus membiayai, memberi nafkah lahir & batin. Dan fase ini fase yang paling lama. 

Yah itulah fase quarter life cirisis soal jodoh yang ditulis oleh orang yang memang belum bertemu jodohnya. Tapi ada yang perlu di garis bawahi, sertakan Allah selalu. InsyaAllah seberat apapun masalahnya, semuanya kecil dihadapan-Nya. Oh ya tambahan, soal kriteria laki-laki biasanya pengen nyari jodoh yang baik, yang keibuan, hehe. Tapi selera orang beda-beda sih. Tapi satu hal lain yang harus di ingat, laki-laki harus mempunyai perbekalan ilmu lebih dari pembekalan harta, ilmu rumah tangga, karena kelak laki-laki yang menjadi kapten kapal rumah tangga, maka dia yang harus menuntun pasangannya, menuntun anak-anaknya, bukan hanya memberikan bekal jajan, bekal harta, namun sertakan mereka juga bekal ilmu, tuntun mereka, itu pesan untuk laki-laki yang membaca ini. Untuk perempuan pun sama belajarlah banyak ilmu, karena kalian kelak akan menjadi ibu, dan akan menjadi sekolah pertama untuk anak-anak kalian, ajarkan kebiasaan baik anak-anak suka meniru maka lakukan lah hal-hal baik. :)))))))

Wa'salamualaikum 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mahasiswa Tidak Berguna!!!

Saya & Universitas Muhammadiyah Bandung

Seimbang