Jangan Takut Dewasa.... Jangan Takut Kecewa

 


Jadi inget iklan Three ketika ada anak-anak bilang "Jadi dewasa menyenangkan tapi susah dijalanin"

Judul diatas merupakan kebalikan dari salah satu lirik lagu "Takut tambah dewasa... Takut Aku Kecewa" belakangan lagu itu sering di putar, mungkin ada yang relate juga terutama anak 2000-an yang sekarang baru memulai kehidupan dewasnya, ada yang kuliah ada yang kerja, ada yang nikah. Lagu tersebut memiliki dua perspektif menurut saya, ada yang denger lagu itu mereka menjadi takut beneran atau ada yang jadi semangat. Oke kita bahas satu-satu.

Lagu bisa jadi penghancur atau penyemangat hidup kita. Setiap orang tentunya berbeda-beda, kita bahas mengenai penghancur hidup dulu. Lagu bisa menjadi hidup kamu ketika kamu lagi menghadapi permasalahan hidup, kamu malah dengerin lagu yang relate sama problem kamu, misalnya lagu diatas, ketika kamu mulai beranjak dewasa kamu menghadapi realita yang keras, realita yang memukul mu hingga babak belur atau ketika kamu kecewa akan seseorang, kecewa atas diri kamu sendiri, kamu dengerin lagu "Takut-Idgitaf" dimana lagunya menceritakan tentang seseorang yang baru beranjak dewasa dan ada di fase kebingungan, yah kalau kita mengambil di awal sampe pertengahan lagu, karena di akhir lagu akan berbeda. nanti kita bahas mengenai ujung lagunya.  Seperti yang sudah di bahas di blog sebelumnya tentang problematika kepala dua, dimana masalah utama usia kepala dua yaitu cita-cita, karir, rezeki, jodoh, temen. Well ya itu hal wajar karena sebelumnya saat kecil sampai SMA kita tidak di ajari mengenai bagaimana cara hidup setelah itu, kita hanya di ajari 1+1=2.Coba kita di ajari mencari uang sejak dini wkwkwkw. 

Dulu hanya kisah belaka ketika ada orang yang dewasa bilang, "Hidup itu keras, dll" sekarang saat dewasa benar-benar merasakan kerasnya hidup. Bahas lagi ke lagu, beberapa orang mungkin akan merasa relate dan akan merasa "Haduhhh lagunya gw banget" sehigga menimbulkan rasa malas, rasa kecewa yang bertambah, males bersosialisasi karena gak mau kecewa. Karena mereka hanya mengambil potongan lirik  "Takut tambah dewasa... Takut Aku Kecewa"  terus di jadiin status instagram. Sebenernya menurut saya hal ini bisa menjadi hal overthinking ke arah negatif, takut salah takut kecewa, insecure dll. 

Sebaliknya lagu juga bisa jadi penyemangat, contohnya lagu yang di bahas di atas "Takut-Idgitaf" wkwkwkw. Lagu ini bagai pisau bermata dua,  dia awal lagu memang lagu ini seperti lagu yang membuat kita takut, insecure, begitulah pokoknyam, tapi di akhir lagu memang ada penyemangatnya "Aku sudah dewasa.... Aku sudah kecewa... Memang tak seindah yang kukira" diakhir lagu seakan memberi semangat bahwa tidak apa-apa menjadi dewasa dan tidak apa-apa kecewa. 

Tapi temen-temen yang point yang pengen aku bahas disini adalah "Jangan takut dewasa....Jangan takut kecewa" menjadi dewasa memang susah di jalanin tapi bukan berarti tidak bisa, kecewa itu hal biasa, bahkan sedari kecil kita sudah kecewa, seorang anak yang kecewa terhadap orang tua yang tidak membelikan mainan yang ia inginkan, kecewa ketika tidak masuk sekolah favorit, kecewa karena tidak diberi uang waktu kecil, kecewa bukan hal yang baru temen-temen, semakin dewasa kita akan menghadapi kekecewaan kita masing-masing, dan itu pasti kita tidak bisa menghindar, tapi apakah setelah kekecewaan itu kita akan bangkit atau kita akan terpuruk? Menjadi dewasa pun ada fasenya, dan ini fase kita, fase kepala dua, "Quarter life crisis" fase dimana kita bingung dan itu wajar. Tapi kebahagiaan juga ada fasenya, fase ketika kecewa itu hilang, fase dimana kita senang, karena seperti iklan Chitaco "Laip is neper plet" dan fase kita ada di fase down, atau flat. 

Ketika kamu sedih masih ada orang tua mua, masih ada temen-temen mu, atau ketika kamu tidak punya siapa siapa, masih ada Tuhan mu. Bagi orang muslim masih ada Allah yang gak pernah ninggalin kita, selalu ingat ayat ini ketika kamu merasa kecewa dan tidak sanggup menjalani kehidupan. Tuhanmu tidak meninggalka engkau (Muhammad), dan tidak (pula) membencimu. Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya (Q.S Albaqarah, 268)

لَا يُكَلِّفُ ٱللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya (Q.S Albaqarah, 268)

Semangat ya kalian :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mahasiswa Tidak Berguna!!!

Saya & Universitas Muhammadiyah Bandung

Seimbang