Curhat Ke Manusia






Du. Du. Du. Du. Du
Hadehhh... 

Setiap hari rasanya masalah terus datang silih berganti, datang ini ganti itu, habis ini dateng itu. Begitu terus siklus masalah, ya namanya orang hidup pasti punya masalah. 

Banyak dari kita mungkin pernah, atau sering mengeluhkan masalah itu. Well ya siapa yang gak pernah, meskipun sekali dua kali tapi kayaknya pernah semua. 

Tapi ada yang mengeluh dan langsung bekerja kembali untuk menyelesaikannya ada pula yang terus mengeluh tapi gak pernah di kerjain ya gak akan kelar. 

Tapi kadang mengeluh juga baik ko karena kita bisa menumpahkan semua keluh kesah kita, ada yang cuman cerita, ada yang sambil nangis biar lebih lega, ada yang sambil teriak, ada yang sambil mukul dinding. Banyak dah pokoknya apapun biar lega. Kadang ada yang misuh atau mengumpat wkwkwkw. 

Kita disini bahas soal mengeluh dan cerita ke temen, saudara atau bahkan keluarga kita. Kalau keluarga kayaknya agak susah ya meskipun memang tempat curhat seharusnya ke orang terdekat tapi setiap orang punya orang terdekatnya masing-masing. Ada yang ke teman, saudara, ayah, ibu, adik, kakak, kakek, nenek, kucing. 

Karena memang terbukti cerita tuh agak mengurangi beban, ada yang mendengarkan ada yang kasih nasehat, ada yang mendengarkan doang ya meskipun dengerin doang tapi agak mendingan. Apalagi kalau dia bisa menghibur kita. 


Tapi belakangan ini saya sempat ragu curhat ke orang lain meskipun dia orang terdekat kita. Kenapa? Karena manusia itu mempunyai "Mood" Kadang ketika kita pengen cerita dan pengen mengungkapkan semuanya ke temen, dan dia keadannya lagi bad mood ya akhirnya kita yang merasa gak enak, atau ketika kita pengen curhat dan dia badmood dan gak di baca dalam jangka waktu yang lama. Justru kadang kita yang jadi badmood atau kesel. Meskipun kadang temen kita bilang "Cerita aja gak apa-apa sok" Tapi ketika dia badmood malah kita juga ikutan gak enak ke dia karena udah cerita panjang lebar dan kondisi dia gak enak hati.

Ya begitulah resiko cerita ke manusia yang dimana kita juga manusia. 

Curhat paling enak tuh sekarang sama diri sendiri, karena diri kita yang memahami diri kita sendiri. Didepan cermin atau pas berbaring. 

Atau curhat ke Tuhan. Dimana kita bisa bebas cerita apapun dan nangis tersedu-sedu, meskipun kita tahu gak bakal di jawab langsung setidaknya ada kepuasan tersendiri ketika cerita pada Sang Pencipta karena selain diri kita Dia-lah yang lebih memahami kita  

Jadi? Jadi ya cobalah untuk bicara dengan diri sendiri. Kalau kata Tulus "Semua baik baik saja" Kalau kata Bondan "Cause Everything it's gonna be okay" Pahami diri kita maunya apa, gak apa-apa banyak masalah tapi kita harus bisa manajemen diri jangan lepas kendali. Jangan lepas kontrol. 

Well ya semua cuman pengalaman saya selama beberapa bulan terakhir. Kalau ada yang setuju silahkan kalau ada yang gak setuju silahkan. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mahasiswa Tidak Berguna!!!

Saya & Universitas Muhammadiyah Bandung

Seimbang