Tiba-tiba Bingung



Setelah sekian lama hampir satu tahun tidak pernah publish atau nulis apapun, akhirnya mecoba kembali nulis di blog ini. Sebenernya cuman fokus nulis di buku atau kertas dan sibuk dengan aktivitas lainnya. But anyway, kita kembali lagi menulis sebuah keresahan yang mungkin sebagian orang sedang merasakannya atau mungkin akan mersakannya atau mungkin telah merasakannya. 

Memasuki usia 20 atau mungkin setelah lulus SMA, karena mungkin bagi sebagian besar orang, dari masa SD-SMA hanya fokus belajar dan belajar, mungkin sebagian lagi yang kurang beruntung, sudah bekerja dari kecil, tapi seperti saya tulis judul ini yaitu "Tiba-tiba bingung" akan ada fasenya setiap orang merasakan bingung atau stuck, seperti tidak ada progress, tidak ada kemajuan, bingung harus kemana, gak ada kerjaan, belum lagi skripsi yang tak kunjung usai, atau mungkin dengan masalah-masalah lainnya yang seperti jalan buntu. Belum lagi kalau misalnya kalian tidak punya bakat atau keahlian seperti orang lain, kalian harus berpikir lebih keras da berusaha lebih keras. Well, kalian tidak sendiri, banyak juga ko yang memang sedang ada di fase ini apalagi di era saat ini dimana pekerjaan sulit, semua yang serba mahal, gaya hidup hedon, dll, yang menjadikan kita rasanya seperti tertinggal dengan yang lain, belum lagi ketika melihat teman-teman yang lain mungkin sudah memiliki pekerjaan, sudah lulus, sudah nikah, tapi kita merasa berjalan ditempat tak ada kemajuan sama sekali, kadang bingung harus mulai dari mana, kemana, akhirnya kita luntang-lantung. 

Satu momen ini mungkin akan dialami setiap orang, di era yang berjalan dengan cepat ini justru kita merasa berjalan lambat. Belum lagi ketika generasi sandwitch yang harus menghidupi dirinya dan juga orang lain. 

Mungkin bagi saya tantangan terbesar adalah rasa malas, ditambah media social yang membelenggu, bagi orang lain mungkin berbeda. 

Tapi saya percaya satu hal :

....لَا يُكَلِّفُ ٱللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya...(Q.S. Al-Baqarah 256)

Ini semua kita sanggup melewatinya, ketika bayi mungkin problem terbesar kita adalah sulit berbicara dan berjalan, lalu beranjak ke usia SD mungkin problem terbesar saat itu matematika dimana mungkin bagi kita saat ini 5+5 adalah sesuatu yang mudah tapi bagi kita saat kecil itu adalah problem yang sulit dan mungkin kita menangis karena tidak bisa mengerjakannya, tapi seiring berjalannya wakti itu menjadi hal yang mudah. Hal demikian mungkin sedang terjadi juga saat ini dimana kita menemukan masalah yang besar dan rumit dan kita tidak tau harus bagaimana, tapi suatu saat kita pasti akan menemukan jalan keluar, ingat mungkin kita juga pernah menemukan masalah yang berat saat SMP atau SMA atau kukiah, tapi dengan berjalannya waktu kita menemukan jalan keluar, yang mungki kita sendiri tidak sadar bagaimana kita bisa keluar dari situasi tersebut.

Masa depan itu bukan milik kita, 

Saya ingat satu buah lagu, judulnya What ever will be, will be, kira kira begini potongan lirik lagunya

When I was just a little girlI asked my mother, what will I beWill I be pretty? Will I be rich?Here's what she said to me
Qué será, seráWhatever will be, will beThe future's not ours to seeQué será, seráWhat will be, will be
 Ya cari aja artinya sendiri wkwkw, tapi intinya lagu ini menceritakan tantang seorang anak yang bertanya pada ibunya tentang masa depannya, apakah ia akan cantik, atau pakah ia akan kaya, tapi si ibu menjawab bahwa apa yang terjadi, maka terjadi, masa depan bukan untuk kita liat, bukan pula untuk kita khawatirkan, apa yang terjadi, maka terjadi, tidak ada yang tahu.
 Maka jangan terlalu khawatir, masa depan bukan milik kita, masa depan milik Tuhan, bagi muslim Allah SWT. Tidak usah terlalu khawatir, tugas kita hanya berusaha dan berikhtiar, dan tawakal. Setidaknya ketika kita punya sandaran dan meyakini bahwa semuanya sudah diatur, kita tidak akan kecewa, kita akan jadi orang easy going, apa yang terjadi padanya dia terima, mungkin tetap akan ada keluh kesah dalam perjalanannya namun dia tidak berkeluh kesah terlalu berlebih, dalam hatinya ia meyakini sesuatu bahwa semuanya udah diatur, dia tidak akan bersedih berlarut-larut, tidak akan ada kecewa berlebih pada apa yang tidak menjadi miliknya. Bukankah kita tenang ketika ada yang menjamin hidup kita? Well setidaknya itu yang saya percayai. Intinya jangan lepas dengan Allah. Akan menjadi ketenangan ketika kita punya sandaran, dan tempat terbaik untuk curhat.
Bertahanlah, kalian sudah berjalan sejauh ini sudah banyak masalah terlewati, yakin ini hanya satu dari sekian banyaknya masalah yang sudah kalian hadapi yang akhirnya terselesaikan juga. 
Kalian hebat bisa sampai tahap ini, akan ada banyak tahapan lainnya, tapi kuatkan kembali tekad, yakinkan kembali hati kalian. :)
Well, hanya itu untuk saat ini. See you soon..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mahasiswa Tidak Berguna!!!

Saya & Universitas Muhammadiyah Bandung

Seimbang